Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2010

Pudu Jail is Malaysia’s second oldest prison located in the commercial Pudu District of central Kuala Lumpur. Built in 1895 by the British administration of Malaya, this historical landmark sprawls over 7.8 hectares at the junction of Hang Tuah Road and Pudu Road. Its surrounding development includes integrated train services, shopping complexes, apartments, hotels and high rise offices.

Pudu Jail’s construction began in 1891 and was completed in 1895. It was designed by Charles Edwin Spooner, the state engineer and director of Public Works Department to fit 950 inmates. At the cost of RM 138 000 ($320 000), the prison was built in six phases using steel, brick and cement, all imported from British colonies4. Built in a jungle clearance named Pudu Village (south east of old Kuala Lumpur), the prison’s location seemed ideal during that period, being conveniently close to the city but not close enough to be a threat. Surrounding the prison walls were rows of shop-houses and residential of police and prison officers.

The prison became the central prisoners of war (P.O.W) camp in Malaya during the Japanese Occupation (1942-1945). Many members of the Allied Forces and locals were tortured and beheaded on prison grounds, some heads stuck to polls for all to see. They were believed to be buried around the hospital and behind the laundry workshop area9. Sweet potatoes were planted by the P.O.Ws on the prison grounds for food. There was also a chapel created from a cell by a prisoner named Padre Noel Duckworth to hold Sunday services10.

The post war period saw the formation of local organizations fighting for an Independent Malaya such as the The Young Malay Union (KMM) and Malay Nationalist Party. A large number of nationalists were imprisoned in Pudu Jail by the British Administration, among them Idris Hakim and Mustapha Hussain.

From 1960, Pudu Jail only housed remand and pre-released prisoners. Until 1993, about 180 criminals were hanged there, among them the notorious armed robber Wong Swee Chin a.k.a Botak Chin (1981) and Australian drug traffickers Brian Chambers and Kevin Barlow (1986). There was a serious overcrowding problem in 1980s when it housed more than 1,300 prisoners. The worst happened in 1985 where 6,550 prisoners accommodated in the 950 cells had to take turn to sleep.

Source from : Mariana Isa, read more at HERE

Pada malam 21 Jun lalu,Gua bersama Udey Ismail dan Ikmal Ibrahim telah menyaksikan sendiri peristiwa merobohkan benteng sejarah ni… Terus terang ada sedikit kesedihan yang terbit walaupun bangunan ini hanyalah tapak penjara…Penjara Pudu pernah menempatkan penjenayah yang digeruni di Malaysia…dan apa yang lebih penting, bangunan ini adalah bangunan sejarah yang berusia 115 tahun…pembangunan tidak salah tapi sejarah itu adalah satu cara sesebuah negara dikenali dan sejarah itu adalah benda yang tidak ternilai…tapi apa nak buat,mungkin zaman kini pembangunan lebih mendatangkan keuntungan dari sejarah,persepsi masing-masing,nilai sendiri…Aku harap jangan sampai pada genarasi akan datang, anak cucu kita hanya mengenal sejarah dengar mendengar cerita sahaja tanpa melihat sendiri bukti sejarah yang sebenarnya boleh disimpan itu…Enjoy the pics!

Advertisements

Read Full Post »

Akhirnya, Hariyani Muspat telah pun selamat di nikahkan dengan Syed Syarizal…Untuk pengetahuan semua, Yani ni adalah saudara gua yang seangkatan dan seumur dengan Ijat dalam entry yang lepas…majlis telah berlangsung di Seremban pada 4 dan 5 Jun lepas dan itulah Yani yang paling ayu aku penah aku tengok seumur hidup hahahaha…Teringat balik zaman kitorang kecik-kecik dulu, Yani ada banyak collection alien workshop, kehkehkeh…dan Majlis di sebelah Syed Syarizal yang lebih mesra dipanggil Jaa akan berlangsung di na na na na na Ganu kite!!!!!!!

Tahniah gua ucapkan kepada Yani and Jaa…Korang lumba ngan Ijat dan Juwita sape dapat baby dulu hehehe…Ohhh sebelum terlupa, terima kasih jugak sebab belanja Chocolate strawberry yer huhu..

Read Full Post »

Wedding kali ini adalah pasangan Masnadiana dan Afiq  yang berlangsung di Dewan Seri Siantan, Putrajaya…Untuk majlis ini terima kasih kepada Udey Ismail yang sudi memberi peluang untuk menimba ilmu dan banyak memberi tunjuk ajar sepanjang majlis ini…Afiq adalah seorang juruterbang atau dalam Bahasa Inggeris nya adalah pilot..manakala Mas adalah seorang jurutera…Majlis mereka bertemakan fantasi Cinderella di mana dewan itu telah dihiasi seperti gambaran dunia karektor fantasi itu…Kita layan dulu gambar-gambar yang disediakan 🙂

Terima kasih kepada Mas dan Afiq yang sangat sporting sehingga dah nak masuk malam kita shoot hari tuh huhu…Selamat Pengantin bari dari kami dan semoga cepat-cepat timang baby…Afiq nanti bawak kami jalan-jalan naik kapal terbang eh?hehehe..

Read Full Post »

Wedding teaser kali ini adalah untuk pasangan Mas dan Afiq…majlis mereka telah berlangsung di Putrajaya dengan sangat meriah…apa tema majlis mereka?nantikan full entry akan datang.. 🙂

Read Full Post »